About Idris Pasaribu

Idris Pasaribu dilahirkan di Deli Tua, 5 Oktober 1952. SR/SD, SMP, dan SMA di Sibolga serta Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara di Medan. Sejak berusia 15 tahun sudah mencintai sastra dan menulis di berbagai koran di Medan. Pertama menulis di Harian Suluh Marhaen dan Harian Patriot di kolom remaja dan pelajar. Setelah kedua Koran itu dibredel, dia menulis di Harian Patriot Jaya, reinkarnasi dari Harian Patriot. Kemudian menulis di Harian Sinar Harapan dan Kompas, serta Harian Angkatan Bersenjata, ketiganya edisi Sumatera Utara.

Pada usia16 tahun ia diangkat menjadi wartawan Harian Patriot di Sibolga, kemudian menjadi wartawan Harian Pos Utara (penerbitan Selekta Group-Jakarta) di Medan untuk Sibolga.

Setelah mahasiswa di Medan,mulai menulis di berbagai koran di Medan, Bandung, Jawa Tengah, dan Jakarta (Suara Karya, Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka). Juga menulis di Majalah Kartini, Sarinah dan Pertiwi serta media massa lainnya di Jakarta.

Tahun 1977 puisi-puisinya mulai ikut dalam antologi sastrawan Sumatera Utara. Antologi puisi bersamanya terbit di Aceh (tiga judul), Jakarta dan Yogyakarta.

Anatologi cerpen bersama diikutkan di berbagai antologi yang terbit di Medan, Aceh, Jakarta bersama Hamsad Rangkuti dan penulis lainnya (Aisyah, Di balik Tirai Jendela) serta antologi cerpen bersama cerpenis Malaysia-Indonesia di Muara I dan Muara III.

Sejak 1974 bersama Burhan Piliang, Zakaria M. Passe, dan Darwin Rifai Harahap aktif di Tater Nasional di Medan mendirikan Teater Anak Negeri (TAN) dan pentas di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dan Gedung Kesenian Banten di Tangerang.

Aktifitasnya yang intens di dunia sastera nasional semakin meningkat karena saat dia  menjadi Ketua Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Medan.

Sejak SMA sudah aktif berorganisasi, sebagai Ketua DPC GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia). Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) di Medan. Sejak dari Sibolga aktif di Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) tahun 2004-2009 menjadi Ketua LKN Sumatera Utara di Medan.

Cerpen dan puisinya yang tersebar di berbagai media massa nasional selalu bernuansa warna lokal (local tradition), terutama budaya dan etnik Sumatera Utara.

Bulan Desember 2009 novel Idris Pasaribu berjudul Acek Botak diterbitkan oleh penerbit Kakilangit Kencana Jakarta dan mendapat tanggapan yang antusias penggemar sastera. Novel ini mengambil setting masa kolonial di Sumatera Utara dengan tokoh utama Tan Sui Tak (A Tak) seorang lelaki Cina perantuan yang karena takdir hidupnya harus meninggalkan tanah leluhurnya di Cina daratan dibawa oleh arangtuanya merantau ke tanah Deli Sumatera Utara. Novel ini mengisahkan perjuangan A Tak untuk turut merebut kemerdekaan Indonesia. Ironisnya setelah kemerdekaan negeri yang ikut diperjuangkannya itu dia masih harus melalui perjuangan yang panjang hanya untuk diakui menjadi warga negera Indonesia.

Sekarang dia mengasuh Rubrik Sastra dan Budaya “Rebana” di Harian Analisa, Medan. Selain di kantornya di Harian Analisa Medan, Idris Pasaribu mudah ditemui di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) persis “Di Bawah Pohon Asam” setiap Sabtu pukul 15.00 WIB.

Responses

  1. novel nya sdh saya baca sangat bagus dianjurkan supaya dibaca orana medan Melayu, Cina , Jawa dan Batak, India banyak pengetahuan dan masih meninggalkan nilai budaya, yang masih terasa sampai skarang dan bagaimana penjajah merusak nilai2itu serta politik “DEVIDE ET IMPERA,mengadu domba penduduk mempertajam feodalisme.

    • Benar sungguh bagus novel Acek Botak. Banhyak ilmu kita bertambah membacanya. Saya baru tahu kalau perempuan Tionghoa, kakinya sengaja dikecilkan sebagai pertanda keturunan bangsawan atau dari kalangan orang kaya. Saya juga membayangkan, bagaimana perkebunan tembakau deli pada masa doeloe.
      Bravo buatn Acek Botak dan penulisnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: