Posted by: konserdanautoba | May 20, 2010

PUBLIKASI KONSER DANAU TOBA DI HARIAN ANALISA MEDAN

“KONSER SEMALAM di DANAU TOBA”

Hadirkan Kebudayaan Taradisional Batak

Hardoni Sitohang (duduk kedua dari kanan) dan Idris Pasaribu (berdiri paling kanan) berpose bersama Petrus Sitohang dari Panitia Pelaksana Konser Danau Toba dan para artis pendukung konser Danau Toba lainnya seperti Bonggud Sidabutar (duduk paling kanan) dan Leonald Nainggolan (sebelah kiri Hardoni) sesaat setelah acara jumpa pers di Merdeka Walk Medan, 13 Mei 2010 yang baru lalu.

Sejumlah kebudayaan tradisional Batak, seperti musik, lagu, tari, dan puisi akan dihelat dalam even yang bertajuk “Konser Semalam di Danau Toba” yang akan digelar di GOR Kacapuri Tanjungpinang serta Indoor Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Batam, 1 dan 3 Juli mendatang.

“Konser Semalam di Danau Toba untuk menyemarakkan kepariwisataan berbasis kebudayaan tradisional di Kepulauan Riau (Kepri), sekaligus memberi hiburan untuk masyarakat Batak yang ada di Kepri, ujar Peturs Sitohang dari Anugerah Tour & Travel Tanjungpinang, sebagai pelaksana kegiatan kepada sejumlah wartawan, Kamis (13/5) malam di Medan.

Petrus Sitohang didampingi sutradara Konser, Idris Pasaribu, Hardoni Sitohang seorang pemusik tradisi Batak, Saridin, Leo, Banggut, Ojak Manulu, Jerry Siahaan dan beberapa lainnya menyatakan, konser ini sekaligus melestarikan kebudayaan tradisional Batak yang berkembang di sekitar kawasan Danau Toba.

Ditambahkan, konser ini juga untuk mendukung promosi bersama pariwisata Danau Toba dan Kepri. “Pemprov Kepri sudah menerima audensi panitia pada Rabu (12/4) dan saat itu mereka menyatakan dukungannya. Kadisbudpar Kepri, Robert Iwan Loreaux malah berjanji memberi dukungan dana sesuai kemampuan anggaran. Yang kita khawatirkan, apakah Gubsu dan bupati di sumut nanti hadir atau tidak di acara. Karena berkaitan dengan danau Toba,” paparnya sedikit khawatir.

Even ini, sambung Petrus Sitohang, juga diharapkan jadi pembuka kerjasama Pemprov Kepri dan Pemprovsu serta tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba, seperti Simalungun, Tanah Karo, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara (Taput), dan Toba Samosir. “Konser ini berbiaya Rp280 juta ini, mendatangkan 28 artis termasuk kru,” jelasnya.

Sementara, Idris Pasaribu mengatakan artis yang bakal menunjukkan kemampuannya seperti Hardoni Sitohang, Hendrik Perangiangin, Jerry Saragih, serta 4Hot Boy’s dan sebagainya.

“Konser dengan durasi 1 jam 45 menit ini akan berlangsung tanpa jeda dan kita akan mnegenalkan musik tradisional Batak, khususnya yang ada disekitar Danau Toba kepada masyarakat Kepri, khususnya turis asing yang banyak dating kedaerah tersebut,” Kata Pasaribu.

Selain tari Sawan (cawan), musik, puisi dan lagu juga dialunkan dan masih bernuansa asli dan semua alat musik Batak. Kami berharap, ujar Idris, sebulan setelah konser di Kepri dengan target 1500-an penonton, gawean yang sama bisa dilaksanakan di Sumut.

(dikutip dari Harian Analisa Medan, edisi Sabtu 15 Mei 2010).


Responses

  1. horas, Mantap bro klo bisa jangan pada acara pesta danau toba saja. Dulu sipituama pernah mengundang artis tua Bunthora dan rekan-rekan, tapi warga batam sekarang kehausan artis legendaris batak. Kemana mereka sekarang?????????
    Horas

    +++ Artis muda yang berbakat juga perlu diberi kesempatan besar appara…Nanti datang bawa keluarga dan teman-teman ya…Horas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: