Posted by: konserdanautoba | March 17, 2010

WAWANCARA HARDONI SITOHANG DENGAN TRIBUN BATAM

Hadirkan Nuansa Danau Toba

Pertunjukkan Seni Batak Toba

Hardoni Sitohang saat diwawancarai beberapa media Kepulauan Riau di Hotel Comfort Tanjungpinang, 6 Februari 2010 berkenaan dengan rencana pementasan Konser Semalam di Danau Toba Dalam Musik Lagu dan Tari di Tanjungpinang dan Batam pada bulan Mei 2010

Ingin ikut meramaikan dunia pariwisata Kepri, Anugerah Tour & Travel kini sedang merancang pertunjukkan seni Batak Toba di Tanjungpinang. Rencana pementasan akan dilakukan tanggal 5 Mei mendatang.

“Kita akan menghadirkan nuansa Danau Toba dan menampilkan pertunjukkan musik tradisional yang sudah mulai terlupakan”, kata Leni Br Purba, Managing Director Anugerah Tour & Travel, Sabtu (6/2). Pertunjukkan yang mengambil tema  “Semalam di Danau Toba” ini juga akan menampilkan lagu-lagu Batak Toba, Tari dan Puisi.

Pertunjukkan akan dipimpin dua seniman asal Sumatera Utara Hardoni Sitohang dan Idris Pasaribu. Hardoni adalah seniman musik jebolan sebuah perguruan tinggi di Medan. Sementara Idris lebih dikenal sebagai sastrawan di Sumatera Utara.

Pertunjukkan yang akan digelar di GOR Kacapuri ini akan memindahkan suasana di Danau Toba ke Tanjungpinang. Selain dekorasi ruangan yang berlatar belakang danau, juga akan ditampilkan rumah Bolon, Rumah adat Batak Toba.

Adapun pertunjukkan musik, akan menampilkan sejumlah alat musik tradisional yang sudah terlupakan . Misalnya, Gondang Bolon, Gondang Hasapi, Sordan, Palatoit, dan saga-saga. Khusus untuk alat musik tiup seperti Sordan dan Palatiot, belakangan memang sudah mulai jarang dimainkan orang lagi. Para generasi muda batak bahkan jarang mendengar atau melihat alat musik seperti ini.

Selain itu, juga akan ditampilkan sejumlah reportoar dengan lagu-lagu misalnya Si Unte Manis, Sihatur Sanggul, dan Embas-embas. Untuk tarian, akan ditampilkan tari Cawan, sebuah tarian khas dari daerah tersebut. Keseluruhan pertunjukkan ini akan dikemas dalam konsep penggabungan antara tradisional dan modern. Nantinya selain dua seniman yang tersebut diatas, juga akan tampil sekitar 25 pemain musik pendukung acara. “ Seluruh alat-alat kita bawa langsung dari Medan,” Kata Lenni lagi.

Setelah tampil di Tanjungpinang pada 5 Mei, selanjutnya pada 8 Mei, pertunjukan akan kembali digelar di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Batam.

“Kita saat ini ingin ikut mendukung pariwisata Kepri. Kegiatan ini sudah kita promosikan ke luar negeri. Kita berharap akan banyak turis asing yang datang, serta tentunya warga Kepri sendiri,” Lanjut Lenni yang mendampingi sang suami, Petrus M Sitohang.

Dikutip dari Harian TRIBUN BATAM edisi 8 Februari 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: