Posted by: konserdanautoba | February 11, 2010

PUISI: DANAU BIRU RINDU BIRU

Danau Biru Rindu Biru


Oleh: Idris Pasaribu


bersabarlah,

milik paling berharga untuk kita

tiada sepatah lagi ucap yang mampu kueja

untuk kubawa bersama jasad bunda

yang selalu menyenandungkan biru danau

saat memandikanku ditepiannya

melumuriku dengan air langir potongan jeruk purut

melelehi dari ubun-ubun ke sekujur tubuh


bersabarlah,

bayu yang mengelus pucuk-pucuk pinus

berubah angin kencang mendesing menyapu bumi

riuhnya suara burung pagi hari

berubah deru mesin pemotong kayu

mengusir nuri

mengusir murai

mengusir emprit

mengusir gelatik


bersabarlah,

danau biru bukan milik kita lagi

danau biru hanya tinggal sebuah rindu


Danau Toba, April 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: